Pulsa adalah kebutuhan pokok !
Bergabung atau pun tidak ... tetap saja Anda atau orang di sekitar Anda
akan mengeluarkan uang untuk mengisi pulsa handphone !
Oleh karena itu ... segera manfaatkan peluang emas ini !
Selain dapat mengisi pulsa sendiri dengan praktis & murah...
Raih pasif income tanpa batas
Dapatkan bonus & komisi milyaran rupiah
Dan nikmati berbagai fasilitas di Pulsagram !
Silahkan menggunakan semua fasilitas di pulsagram untuk meningkatkan penghasilan yang tiada batasnya... Hasilkan keuntungan kapan saja dan dari mana saja...
Dapatkan pengalaman bisnis yang berharga bagi Anda di sini.....
10/03/2011
9/24/2011
GEBYAR PORSENI II MI TINGKAT KKM II MIN CIBATU
(Rabu, 21/09/2011) Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) ke 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat KKM II MIN Cibatu Tahun 2011 yang diikuti oleh 870 peserta, 30 official dari 60 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) berhasil dilaksanakan dengan baik dan cukup sukses.
Antusiasme peserta dan guru-guru pembinanya dari masing-masing madrasah yang datang dari beberapa kecamatan se wilayah II kabupaten Garut (Kecamatan Cibatu, Kersamanah, Malangbong, Bl. Limbangan, Leles, Selaawi, Cibiuk, Sukawening, Kadungora dan Leuwigoong) nampak sekali. Terbukti mereka sejak jam 7.00 pagi sudah berkumpul di halaman gedung MIN Cibatu untuk bersama-sama mengikuti upacara pembukaan kegiatan PORSENI.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kasie Mapenda (Drs. Abdul Manaf M.Yazid, M Si) yang mewakili Kepala Kantor Kemenag Kab. Garut. Dalam kata sambutannya Kasie Mapenda Kemenag Kab. Garut, mengungkapkan pentingnya kejujuran dan sportivitas dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan gaya dan kata-katanya yang terkadang sedikit nyeleneh, diselingi humor-humor segar, ditegaskan Abdul Manaf, kejujuran dan sportivitas di lingkungan madrasah harus menjadi contoh lembaga-lembaga pendidikan lainnya.
Diawali pagelaran Marching Band Siswa-siswi MIN Cibatu, yang berunjuk kebolehan mengelilingi lapangan madrasah sambil mempertontonkan ritme nada dan suara musik melalui gerak dan langkah atraktif sehingga cukup mempesona penonton, serempak dilakukan pawai peserta dengan route jalan raya Cibatu – Bandrek sampai Balai Desa Karyamukti.
Di sela-sela acara pertandingan yang begitu padat, dan tersebar di beberapa tempat, yaitu di gedung MIN Cibatu, GOR Balai Desa Karyamukti dan gedung MIS YTI Sukamerang Kersamanah, Ketua Panitia (Abdul Karim, S. Pd I), mengatakan pada para wartawan; “Kegiatan PORSENI II MI Tingkat KKM II MIN Cibatu, diikuti oleh 870 peserta, 30 officiale dan 60 MI dengan mempertandingkan 8 cabang olah raga, yakni Atletik Tri Lomba, Futsal, Bola Volley, Bulutangkis, Tenis Meja, Catur, Pencak Silat dan SKJ (Senam Kesegaran Jasmani), serta 5 cabang seni, yakni Qasidah, Paduan Suara Mars MI, Da’i Cilik, Puisi serta Kaligrafi”.
Ditambahkan Ketua Penanggung Jawab PORSENI II MI KKM II MIN Cibatu, Dimyati, S. Ag, “Pelaksanaan kegiatan PORSENI MI ini melibatkan semua unsur di madrasah, dari mulai guru maupun kepala sekolah bahkan Komite Madrasah juga aktif di dalamnya. Berpedoman pada Juklak dan Juknis yang dikeluarkan oleh MK2MI Jawa Barat, sistem/pola pertandingan maupun penjurian dilaksanakan oleh para guru MI sendiri tanpa ada satupun pihak dari luar. Dengan demikian budaya gotong royong dan kebersamaan menjadi tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan PORSENI MI kali ini”. Antusiasme guru dan penyelenggara, serta semangat berjuang para peserta untuk meraih prestasi membuktikannya, demikian dikatakan Dimyati di akhir obrolannya.
Sore hari, jam 16.30 WIB kegiatan PORSENI II MI Tingkat KKM II MIN Cibatu selesai, dengan hasil; Juara Umum diraih Kecamatan Bl. Limbangan, Juara II Kecamatan Cibatu dan Juara III Kecamatan Malangbong.//mofa2011
9/08/2011
Wakil Bupati Garut, Dicky Chandra Akui Banyak Kelemahan Sehingga Mundur
VIVAnews - Dicky Chandra akhirnya angkat bicara soal pengunduran
dirinya sebagai Wakil Bupati Garut. Pemain sinetron yang menjadi politisi ini
tidak berkenan blak-blakan mengungkapkan masalah utamanya. Tetapi, Dicky
mengakui ada persoalan dengan Bupati Garut Aceng M Fikri.
"Karena saya tidak mampu membantu Bupati. Saya terlalu banyak kelemahan, dari sisi pengalaman saya juga kurang. Kalau bicara tidak sejalan," kata Dicky Chandra usai bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di rumah dinas Gubernur, Gedung Pakuan Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 September 2011.
Dicky belum bisa berbicara banyak tentang permasalahan inti yang membuat dirinya mengajukan pengunduran diri kepada DPRD. Tetapi, kata Dicky, dirinya sangat menyadari banyak kelemahan yang dimilikinya.
"Itu menjadi alasan untuk apa mempertahankan jabatan. Maka itu saya mengundurkan diri," kata Wakil Bupati yang masa jabatannya akan berakhir pada 2014 ini. Karena dipilih secara langsung oleh rakyat Garut, Dicky mengajukan pengunduran dirinya kepada DPRD Garut.
Tetapi, Dicky masih menunggu keputusan dari anggota Dewan atas pengajuan pengunduran dirinya itu. "Itupun jika masyarakat mengizinkan. Saya serahkan kepada masyarakat," kata pria yang maju dari calon independen ini.
Dicky sudah menyampaikan niatan mundur ini kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Kedatangan Dicky menemui Gubernur saat ini dalam rangka silaturahmi halal bihalal.
Dalam kesempatan ini, Dicky juga menyampaikan rencana pengunduran dirinya. "Namun, Gubernur menahan saya agar tidak mengundurkan diri," ujar Dicky. (Laporan: Dani Wahyu Ramdani l Bandung, eh)
"Karena saya tidak mampu membantu Bupati. Saya terlalu banyak kelemahan, dari sisi pengalaman saya juga kurang. Kalau bicara tidak sejalan," kata Dicky Chandra usai bertemu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di rumah dinas Gubernur, Gedung Pakuan Bandung, Jawa Barat, Rabu 7 September 2011.
Dicky belum bisa berbicara banyak tentang permasalahan inti yang membuat dirinya mengajukan pengunduran diri kepada DPRD. Tetapi, kata Dicky, dirinya sangat menyadari banyak kelemahan yang dimilikinya.
"Itu menjadi alasan untuk apa mempertahankan jabatan. Maka itu saya mengundurkan diri," kata Wakil Bupati yang masa jabatannya akan berakhir pada 2014 ini. Karena dipilih secara langsung oleh rakyat Garut, Dicky mengajukan pengunduran dirinya kepada DPRD Garut.
Tetapi, Dicky masih menunggu keputusan dari anggota Dewan atas pengajuan pengunduran dirinya itu. "Itupun jika masyarakat mengizinkan. Saya serahkan kepada masyarakat," kata pria yang maju dari calon independen ini.
Dicky sudah menyampaikan niatan mundur ini kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Kedatangan Dicky menemui Gubernur saat ini dalam rangka silaturahmi halal bihalal.
Dalam kesempatan ini, Dicky juga menyampaikan rencana pengunduran dirinya. "Namun, Gubernur menahan saya agar tidak mengundurkan diri," ujar Dicky. (Laporan: Dani Wahyu Ramdani l Bandung, eh)
• VIVAnews
9/06/2011
Wakil Bupati Garut Dicky Chandra Mundur dari Jabatannya
GARUT - Hari pertama kerja usai libur
Lebaran, Wakil Bupati Garut, Jawa Barat, Dicky Chandra, mengundurkan
diri. Surat pengunduran diri sudah diterima DPRD Garut.
Kondisi rumah dinas Dicky yang berada di Jalan Patriot Tarorogong, Garut, tampak sepi. Halaman kendaraan yang biasanya dipenuhi kendaaraan pejabat dan kolega pada pagi tadi sepi.
Sementara itu Pihak DPRD Garut membenarkan Dicky resmi melayangkan surat pengunduran diri. Namun pihak DPRD belum mengetahui pasti alasan pengunduran diri komedian itu.
Wakil Ketua DPRD, Luki Lucmansyah, Selasa (6/9/2011), mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah menerima atau menolak pengunduran diri tersebut. Dewan masih akan membahas di rapat pimpinan dan memanggil yang bersangkutan.
DPRD, lanjut Luki, akan meminta klarifikasi apakah pengunduran diri tersebut akan membuat tatanan pemerintahan lebih baik atau sebaliknya.
Dicky dan pasangannya, Aceng HM Fikri (Bupati Garut), maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati pada Desember 2009 lalu. Pasangan dari kalangan independen ini terpilih setelah melewati dua putaran. Mereka meraup suara lebih dari 60 persen dan mengungguli pesaingnya Rudi Gunawan dan Oim.
(II Solihin/SUN TV/ton)
Kondisi rumah dinas Dicky yang berada di Jalan Patriot Tarorogong, Garut, tampak sepi. Halaman kendaraan yang biasanya dipenuhi kendaaraan pejabat dan kolega pada pagi tadi sepi.
Sementara itu Pihak DPRD Garut membenarkan Dicky resmi melayangkan surat pengunduran diri. Namun pihak DPRD belum mengetahui pasti alasan pengunduran diri komedian itu.
Wakil Ketua DPRD, Luki Lucmansyah, Selasa (6/9/2011), mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah menerima atau menolak pengunduran diri tersebut. Dewan masih akan membahas di rapat pimpinan dan memanggil yang bersangkutan.
DPRD, lanjut Luki, akan meminta klarifikasi apakah pengunduran diri tersebut akan membuat tatanan pemerintahan lebih baik atau sebaliknya.
Dicky dan pasangannya, Aceng HM Fikri (Bupati Garut), maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati pada Desember 2009 lalu. Pasangan dari kalangan independen ini terpilih setelah melewati dua putaran. Mereka meraup suara lebih dari 60 persen dan mengungguli pesaingnya Rudi Gunawan dan Oim.
(II Solihin/SUN TV/ton)
9/04/2011
PNS Bolos Sanksi Menanti
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang membolos seusai libur nasional dan cuti bersama terkait Hari Raya Idul Fitri 1432 H pada Senin (5/9) bakal terkena sanksi. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) mengimbau, PNS agar lebih disiplin dalam bekerja.
Sekretaris Kemenpan RB Tasdik Kinanto meminta seluruh pimpinan instansi pemerintah agar meningkatkan disiplin pegawai dalam menaati hari kerja. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kata Tasdik, biasanya ada PNS yang telat masuk kerja setelah liburan panjang.
“Pimpinan wajib melaksanakan pengawasan disiplin dan memberi sanksi bagi pegawai yang melanggar aturan,” kata Tasdik, Sabtu (3/9). Kemenpan RB mengeluarkan Surat Edaran (SE) Kemenpan RB Nomor SE/09/M.PAN-RB/8/2011 tentang peningkatan pelaksanaan pengawasan disiplin pegawai.
Peraturan itu, kata Tasdik, juga berlaku untuk anggota TNI dan Polri. Dia berharap, dengan dipatuhinya surat edaran tersebut akan tercipta suasana kerja yang kondusif sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik. Harapannya, tentu pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan secara optimal.
Tasdik juga mengingatkan kepada seluruh pimpinan instansi pemerintah bahwa terdapat larangan bagi PNS, anggota TNI, dan Polri menerima atau memberi gratifikasi. Pemberian hadiah dalam bentuk apa pun dilarang keras.
“Pimpinan instansi pemerintah wajib mengingatkan pegawainya terkait gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan atau pekerjaan,” ujar Tasdik. Jika terdapat PNS, anggota TNI, dan Polri telanjur menerima gratifikasi, ia menyarankan agar melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan tembusan atasannya langsung. Langkah itu untuk menghindari risiko hukum di kemudian hari.
Siapkan strategi
Mengatasi permasalahan PNS, Kemenpan RB mengeluarkan tiga strategi. Tasdik menjelaskan strategi itu, yakni penyempurnaan dan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kepegawaian terkait kewenangan pemerintah pusat. Selanjutnya, melakukan analisis kebutuhan pegawai secara komprehensif dan penataan PNS. Saat ini, terdapat 4,7 juta PNS, terdiri atas 916.493 (19,5 persen) PNS pusat dan 3.791.837 (80,5 persen) PNS daerah. Hingga 2014, sebanyak 488.494 PNS memasuki usia pensiun.
Mengatasi permasalahan PNS, Kemenpan RB mengeluarkan tiga strategi. Tasdik menjelaskan strategi itu, yakni penyempurnaan dan harmonisasi peraturan perundang-undangan bidang kepegawaian terkait kewenangan pemerintah pusat. Selanjutnya, melakukan analisis kebutuhan pegawai secara komprehensif dan penataan PNS. Saat ini, terdapat 4,7 juta PNS, terdiri atas 916.493 (19,5 persen) PNS pusat dan 3.791.837 (80,5 persen) PNS daerah. Hingga 2014, sebanyak 488.494 PNS memasuki usia pensiun.
Pemerintah pusat, tutur Tasdik, minta diberi kewenangan bukan hanya sebagai perumus kebijakan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan, melainkan juga dapat memberi sanksi bagi instansi yang melanggar kebijakan. Untuk itu, perlu dilakukan penyempurnaan dan harmonisasi peraturan perundang-undangan sebagai bagian dari salah satu area perubahan reformasi birokrasi.
“Caranya, dengan pola pembinaan unified system (tindak sektoral) dan pola karier dalam merit system,” kata Tasdik. Karena itu, masing-masing instansi perlu menganalisis kebutuhan pegawai secara komprehensif.
Pertimbangannya adalah karakter tugas instansi atau daerah, jumlah penduduk, luas wilayah, kemampuan anggaran, ketersediaan sumber daya atau potensi daerah, serta jumlah pegawai yang ada. Semua itu, katanya, mesti memerhatikan tuntutan kebutuhan penyelenggaraan pemerintah dan kualitas pelayanan masyarakat.
“Ini untuk mewujudkan jumlah PNS proporsional untuk jangka menengah tahun 2014.” Sedangkan, penataan PNS terkait jumlah, jelas Tasdik, dilakukan dengan peningkatan kualitas, distribusi, dan komposisi, termasuk penetapan pegawai pensiun dini beserta kompensasinya.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek menyatakan, pemekaran wilayah mulai 2001 sampai 2009 terjadi di tujuh provinsi dan 154 kabupaten/kota dan berdampak pada banyaknya permintaan penambahan PNS. Untuk menyiasati kekurangan pegawai, kata dia, daerah biasanya mengangkat tenaga honorer.
Kebijakan rekrutmen PNS daerah, dinilai Kemendagri, bukan banyak yang tidak dijalankan karena faktor kebutuhan, melainkan karena politik birokrasi. Reydonnyzar mencontohkan, menjelang pemilukada di daerah, biasanya banyak dibuka rekrutmen PNS sehingga banyak daerah memiliki jumlah PNS berlebih dan membebani APBD, tapi kompetensi kerjanya tak sesuai harapan.
“Moratorium PNS dilakukan, salah satunya adalah untuk penataan ulang dan redistribusi PNS,” kata Reydonnyzar. Selama moratorium mulai 1 September 2011 hingga 31 Desember 2012, kata dia, komposisi dan distribusi yang tidak proporsional serta penempatan PNS yang tak sesuai kompetensi dicarikan solusi. Jika ada daerah yang ingin menambah pegawai, disarankan mengoptimalkan dulu PNS yang ada.
04/09/2011 ,
nur hasan murtiaji,Republika
Label:
Bolos Jangan dong...Rugi,
Koruptor Juga,
PNS Bolos Sanksi Menanti,
PNS Bolos? Tunggu Akibatnya
9/03/2011
Susu Kambing, Sunnah Rosululloh SAW yang Terlupakan
Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya
dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering
dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang
yang mengkonsumsi susu kambing.
Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang
mempunyai alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam
riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya
kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu sapi!
Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari
oleh kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan penduduk
muslim terbanyak di dunia.
Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat,
di Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat dan
lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.
Sunnah Rasulullah yang telah dilupakan
Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan
dalam HR. Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan
datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam
memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim diperintahkan
Allah SWT. untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21)1, maka dalam
sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani semaksimal mungkin
seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah termasuk kebiasaan makan dan
minumnya mengalami masa awal yang asing dan masa kemudian yang asing pula.
Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah
saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari
ambing kambing (kisah Abdullah bin Masud pada masa remaja saat dia
menggembalakan kambing milik Uqbah bin Muaith)2. Namun, berapa persen dari
penduduk muslim di seluruh dunia ini terlepas dari kemampuan ekonominya yang
punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen
dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?
Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang
jumlah konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang
penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional
tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang didokumentasikan
dengan baik adalah untuk susu sapi3. Bahkan tidak ada data dunia untuk jumlah
populasi ternak ruminant kecil (kambing dan domba) yang dibedakan tujuan
produknya (sebagai pemasok daging, serat wol, kulit ataukah susu).
Namun, dari data yang tersedia3 nampak bahwa produsen susu
kambing yang paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara
Eropa Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti
misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan Yunani
(78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti
Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30), Pakistan (17) dan Indonesia
(15) produktifitas susu kambingnya sangat rendah.
Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa
sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan
terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun
pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan di
atas adalah: tidak banyak. Sebagaimana di berbagai aspek kehidupan lainnya
(politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan/keamanan) rupanya dalam hal
kebiasaan makan dan minumpun kaum muslimin masih dikuasai oleh arus pemikiran
dan politik negara-negara barat.
Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al Quranul Karim:
Maka makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari rezeki yang telah diberikan
Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja
menyembah (QS. 16 :114). Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada tahap halal,
belum sampai tahapan thoyyib. Padahal kalau kita menganalogikan dengan
kedudukan sholat wajib dan membayar zakat yang selalu diperintahkan Allah secara
bersama-sama dalam sebuah ayat (contohnya di dalam QS. 2: 83, 5: 12, 19: 55 dan
21: 73) untuk menunjukkan pentingnya hal yang kedua yang tidak dapat
dipisah-pisahkan dari hal yang pertama (riwayat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a.
memerangi kaum muslimin yang enggan membayar zakat meskipun mereka tidak
meninggalkan sholat)4, maka semestinya pengetahuan mengkonsumsi makanan dan
minuman yang thoyyib pun tidak boleh dipisahkan dari yang halal. Maka hendaknya
kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makanan dan minuman yang halal saja,
melainkan hendaknya kita juga menambah pengetahuan kita akan ke-thoyyib-an
makanan dan minuman halal, termasuk susu.
Kontroversi Susu Kambing dan Susu Sapi
Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya
sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia.
Bahkan sebagai sumber kalsium – dengan pola makan masyarakat yang umumnya
sangat kurang konsumsi sayur segarnya – nyaris susu tak bisa digantikan dengan
bahan makanan lainnya5. Oleh karena itu, pada umumnya ahli pangan dan gizi
sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari. Namun, seorang ahli pangan
yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan dan proses
timbul dan sembuhnya berbagai macam penyakit, Norman W. Walker telah
membuktikan bahwa susu kecuali susu kambing segar adalah bahan makanan
yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia6. Beliau juga
mengamati bahwa susu yang paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi
yang belum lepas dari air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya
pula bahwa pemanasan di atas suhu 48°C justru merusak nilai fisiologis susu
kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang timbulnya
lendir yang berlebihan suatu hal yang sangat kontroversial bagi ahli gizi dan
teknologi pengolahan pangan pada umumnya.
Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari
mengkonsumsi susu sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi
(misal alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi
dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan sumber
berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit7.
Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang
disediakan-Nya bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa
minuman susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya
mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik. Tidak
mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan sumber minuman
yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka dalam kontroversi manfaat
ataukah kerugian yang akan kita rasakan sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu
dikaji secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan
semata. Kalau dikatakan susu sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan
penyakit tertentu, sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang
bersangkutan tidak dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan
berat badan semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada
manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot yang
ditimbulkannya. Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman keras (khamr),
tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar rahasianya dengan berfirman
bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada manfaatnya (paradoks Perancis
dengan khamr anggur merahnya), namun kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan
demikian maka besarnya konsumsi susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa
jadi hanya disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam
menafsirkan ayat tentang susu dalam Al Quran sebagai susu ternak apa saja
termasuk sapi, sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah
tentang manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh
manusia 3,6,8,9 hanya saja secara umum publikasinya masih kalah dibandingkan
dengan susu sapi3.
Kesiapan Teknologi Pendukung Produksi Susu Kambing
Sesudah mengetahui sangat banyaknya manfaat susu kambing
dibandingkan dengan susu sapi, maka tentu timbul pertanyaan: Mengapa di
Indonesia sulit dijumpai produk susu kambing di toko-toko atau di supermarket-
supermarket? Bukankah kambing bisa hidup di iklim negara kita? Apakah memang
budidaya kambing itu sulit alias tidak prospektif dari sudut pandang ekonomi?
Telah diteliti bahwa budidaya kambing sangat potensial dan realistis untuk
dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang dengan iklim tropis3.
Dari Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai
Penelitian Ternak di Bogor dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di
Indonesia sangat cocok bagi budidaya kambing dari jenis yang bisa dijadikan
sekaligus pemasok susu dan daging, yakni peranakan antara kambing kacang dan
kambing Etawah yang berasal dari India dan dikenal dengan kambing PE10. Dalam
laporan penelitian itu disarankan agar ternak kambing yang jantan dibesarkan
untuk dimanfaatkan dagingnya, sedangkan ternak yang betina dibesarkan untuk
diambil susunya. Diperhitungkan bahwa satu ekor kambing PE dapat mencukupi kebutuhan
protein hewani asal susu untuk sebuah keluarga dengan 5 orang anggota keluarga.
Budidaya kambing PE ini sudah menunjukkan keberhasilan di beberapa daerah
sehingga sangat potensial untuk dijadikan proyek nasional bagi negara kita yang
mayoritas penduduknya masih sangat rendah status gizi dan kemampuan ekonominya.
Jadi, apa lagi yang perlu kita tunggu? Di satu sisi kita dapat
menaikkan taraf kesehatan masyarakat dengan menyediakan sumber protein hewani
yang halal dan thoyyib, dan menaikkan taraf ekonomi rakyat di pedesaan-pedesaan
melalui usaha budidaya kambing ini. Di sisi lain kita dapat melestarikan salah
satu sunnah Rasulullah yang telah banyak dilupakan orang di negara yang
mayoritas penduduknya muslim.
Kita bisa mengambil pelajaran dari negara tetangga kita
Malaysia yang telah sukses lebih dahulu dalam mempromosikan pentingnya peran
susu kambing ini secara profesional11.
Oleh karena itu sudah saatnya para ahli teknologi pengolahan
pangan, ahli gizi, ekonom, ahli budidaya ternak dan jajaran pimpinan di
pemerintahan memikirkan lebih serius lagi dan saling bekerja sama dalam
memasyarakatkan peran penting susu kambing ini dan meningkatkan produksinya.
Dalam hal ini ada dua hal penting yang perlu mendapatkan prioritas: peningkatan
produksi susu dengan tetap memperhatikan kesehatan ternak dan lingkungan, dan
peningkatan keamanan/higiene susu, terutama karena manfaat kesehatan susu
kambing sangat berkurang akibat pemanasan, sedangkan pada umumnya untuk
keamanan dan pengawetan produk susu perlu dipanaskan.
Disadur dari : swaramuslim
*Dikirim oleh: Dr. Indah Kristanti (Penulis adalah salah satu
mantan Pengurus LSM KHARISMA, 2002-2003). Tulisan ini pernah dimuat di
Alhikmah.com sebagai salah satu pemenang lomba karya tulis ilmiah.
8/08/2011
KUR Akan Dinaikkan Menjadi Rp. 25 Triliun Per Tahun
Dalam kunjungan
kerjanya diBandung Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Minggu (7/8)
mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menaikkan pagu distribusi Kredit Usaha
Rakyat (KUR) dari rata-rata pencairan beberapa tahun terakhir senilai Rp. 20 triliun
per tahun menjadi Rp. 25 triliun per tahun.
Kebijakan
tersebut diambil karena KUR dinilai bisa mendongkrak kondisi perekonomian
masyarakat miskin di perkotaan maupun di perdesaan.
Ditambahkan
Hatta, pemerintah memperhitungkan realisasi KUR tahun 2011 akan melampaui pagu
yang sudah ditetapkan yakni 20 triliun rupiah. Atas dasar itulah, Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono meminta dirinya mempertimbangkan pengucuran KUR lebih
besar yaitu Rp. 25 triliun.
Jawa Barat
diungkapkan Hatta merupakan provinsi yang berhasil mencairkan KUR terbesar di
Indonesia, di atas Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan total yang sudah dicairkan
Rp. 6,8 triliun. Sementara itu pada periode Januari – Juni 2011 ini saja sudah
ada kucuran KUR senilai Rp. 1,8 triliun dengan jumlah debitur 700.000 debitur.
Meskipun
demikian, pemerintah masih menerima keluhan dari para petani dan nelayan yang
sulit mengakses KUR. Hatta mengingatkan perbankan nasional atas persyaratan
yang sudah disepakati, wajib menyalurkan 25% total pagu KUR setiap tahunnya,
sekitar Rp. 5 Triliun, untuk lima kelompok usaha.
Pertama, sektor
pertanian, kedua, usaha mikro, kecil dan menengah, ketiga, usaha keratif,
keempat, kehutanan dan kelima sektor nelayan.
Pihaknya
mendapatkan laporan penyaluran 25% tersebut belum tercapai, sebab hingga saat
ini penyaluran pada kelima sektor tersebut baru 19%nya saja. Masih banyak KUR
yang disalurkan ke sektor hilir, seperti perdagangan. Untuk memastikan pasokan
KUR sampai ke kelima sektor tersebut, menteri di sektor terkait harus bertanggung
jawab meningkatkan kapasitas pelaku usahanya agar bank bersedia memberikan KUR,
ujar Hatta lebih lanjut.
Perbankan
nasional diminta sering-sering menjemput bola, atau mencari sendiri masyarakat
yang membutuhkan bantuan KUR namum tidak mempunyai akses yang jelas. Bank
diharapkan memperluas jangkauan dan jaringannya ke kantung-kantung kemiskinan
di sentra pertanian dan kerajinan tradisional.
Sampai 23 Juli
2011, jumlah KUR yang dikucurkan pemerintah lewat bank penyalur mencapai 16,39
triliun rupiah. Ini berarti sudah 82% dari target tahun ini yang sebesar Rp. 20
triliun. (kompas.com)
Langganan:
Postingan (Atom)